IoT untuk Hidup Lebih Baik

DIGITAL – INTERNET of THINGS

Baru baru ini Telkomsel melakukan uji coba penggunaan teknologi NB-IoT (Narrowband Internet of Things) secara komersial.

Uji coba teknologi NB-IoT diimplementasikan pada konsep bike sharing di Universitas Indonesia (UI) sebagai upaya nyata dari Telkomsel untuk mengakselerasi kesiapan teknologi IoT  yang sudah mulai berkembang secara global.

IoT    sebuah konsep dimana suatu objek memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui konektivitas internet tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer

Ada 9 sektor implementasi IoT (M2M), versi Beecham Research’s (pembangunan, kesehatan, rumah tangga, energi, industri, transportasi, perdagangan, keamanan, teknologi dan jaringan).

Contoh aplikasi IoT di dunia distribusi & pemasaran adalah Tracking System, Smart Mall, Integrated Billboard, CloverNet

Pada uji coba bike sharing di UI baru-baru ini, digunakan aplikasi Android yang diberi nama “Spekun” (dilengkapi dengan perangkat smartlock yang dibenamkan pada sepeda, dan system Spekun ini kompatibel dengan teknologi konektivitas NB-IoT), dimana aplikasi ini secara otomatis akan mendeteksi posisi pengguna relatif terhadap tiang docking terdekat, dan aplikasi ini akan menunjukan berapa jumlah Spekun (sepeda kuning) di tiang docking tersebut.

Untuk menggunakan spekun (sepeda kuning), pengguna cukup melakukan scaning ke QR code (quic response) yang terletak di bagasi depan spekun, dan secara otomatis smartlock akan terbuka, spekun siap digunakan.

Begitu juga sebaliknya, setelah selesai menggunakan spekun, pengguna cukup mencari tiang docking terdekat, mendorong dengan posisi parkir dan otomatis spekun akan terkunci oleh smartlock yang memang telah dibenamkan di sepeda kuning tersebut.

Bike sharing sendiri adalah peminjaman sepeda kepada pemakai umum / publik dalam suatu area dari satu titik ke titik lainnya dalam jangka waktu tertentu.

Teknologi yang diterapkan pada spekun (sepeda kuning) di kampus UI tersebut adalah teknologi bike sharing generasi keempat plus, yang mana teknologi ini merupakan penyempurnaan sistem sebelumnya, dan teknologi ini telah merubah dengan cepat sistem bike sharing yang sebelumnya yang mengunakan cara manual.


Untuk Anda, 3 Ebook Menarik & Inspiratif tentang Motivasi, Karir dan Strategi Bisnis


Dari uraian diatas terlihat, betapa teknologi IoT (Internet of Things) mampu merevolusi cara hidup dan cara kerja kita ke level yang lebih baik, lebih efisien dan lebih cermat.

Apa sebenarnya IoT (internet of things) itu ?, dan bagaimana penerapannya ?, hingga bisa banyak membantu aktivitas kita jauh lebih baik.

PENGERTIAN IoT

IoT (Internet of Things) merupakan   sebuah konsep dimana suatu objek memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui konektivitas internet tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer

Internet of Things, juga bisa digambarkan sebagai sebuah harmonisasi secara digital dari semua benda / alat / perangkat  yang berada disekitar kita.

Sebagai contoh sebuah perangkat yang mampu mengunci semua pintu dari jarak jauh, menyalakan dan mematikan lampu, menyalakan / mematikan oven, televisi yang berada dirumah kita saat kita sedang di luar rumah, di kantor dan bahkan perangkat tersebut bisa berada di kulkas sehingga kita akan bisa memonitor isinya dan sekaligus memberikan alert jika barang didalamnya menipis.

Atau juga perangkat yang ada dalam kendaraan kita, yang mampu mendeteksi tekanan angin ban mobil kita, suhu yang berada dalam mobil kita, posisi mobil dan keaadan sekitar mobil (feature keamanan) dimana semua data tersebut bisa di submit ke perangkat smartphone / handheld ditangan kita.

Atau kalau kita mau lebih ekstrim, kita bisa membayangkan implementasi dari internet of things ini pada film Iron Man – Marvel Comics, bagaimana tokoh Tony Stark / Iron Man memberi perintah kepada  Jarvis (just a rather very intelligent system), virtual assisten nya untuk mengerjakan banyak hal, mulai dari hal-hal kecil, seperti membuka pintu, mengganti zirah bajanya,  memberikan analisa atas beberapa hal yang ingin diketahui, lengkap dengan saran saintifiknya, bahkan melakukan perlindungan atau proteksi extra dengan berbagai aktivitas otomatis dan beragam informasi terkait dan berbagai alert system.

Gunakan link SITEMAPS ini, untuk mencari artikel menarik seputar distribusi, pemasaran dan komunikasi.

KLASIFIKASI (PEMBAGIAN) IoT /M2M

Internet of Things  (Machine to Machine) dalam aplikasinya dibagi dalam sembilan sektor, seperti yang di kemukakan oleh Beecham Research’s, yaitu :

# 1 : Sektor pembangunan

Sektor ini meliputi toko-toko, supermarket, perkantoran swasta dan pemerintah, industri seperti pabrik, perumahan dan lain sebagainya.

Perangkat yang dihubungkan meliputi sistem keamanan, sensor kebakaran, pengaturan pencahayaan, pengunaan hvac (heating, ventilation, aircon), cctv  dan lain-lain yang behubungan dengan otomatisasi dan reaksi terhadap kondisi lingkungan.

# 2 : Sektor Kesehatan

Pada sektor kesehatan meliputi telemedicine dan perawatan kesehatan jarak jauh (pasien berada di rumah), pelacakan peralatan medis / lab, seperti inkubator, freezer dan peralatan tes darah, dll.

# 3 : Sektor Rumah Tangga

Untuk sektor rumah tangga, terdapat banyak sekali aplikasi dari IoT ini, yang secara umum digolongkan dalam tiga segmen berikut, yaitu :

  • Infrastruktur, seperti pembangunan dan pengembangan akses jaringan untuk manajemen rumah tinggal.
  • Keamanan, sistem sensor kebakaran dini, alarm bahaya (kejahatan) yang terhubung dengan pihak terkait, sistem pemantauan lansia dan anak-anak dalam rumah tinggal.
  • Kenyamanan dan hiburan, berbentuk pengendali iklim, sistem pencahayaan, penyediaan hiburan.
# 4 : Sektor Energi

Pada sektor energi ini terbagi dalam tiga segmen utama, yaitu :

  • Pasokan, sistem kontrol yang di implentasikan pada pembangkit listrik, transmisi dan distribusi pada pembangkit dengan sumber-sumber seperti tradisional seperti bahan bakar fosil, hidro dan nuklir.
  • Alternatif, sistem pada sumber energi yang terbarukan, seperti cahaya, angin, dll.
  • Minyak dan Gas, sistem yang diaplikasikan pada perangkat untuk memproses dan membawa komoditas ini, mulai dari rig pengeboran, derek, kepala sumur, pompa dan pipa.
# 5 : Sektor Industri

Pada sektor industri, mencakup pemantauan dan pelacakan asset, kontrol dan analisa untuk berbagai industri, terbagi dalam  segmen berikut :

  • Cairan
  • Konversi / diskrit yang meliputi perakitan, pengemasan, tank, fabrikasi.
  • Distribusi yang meliputi infrastruktur dan rantai persediaan.
  • Otomatisasi peralatan yang meliputi pertanian, irigasi, pertambangan, pabrik dll.
# 6 : Sektor Transportasi

Pada sektor ini aplikasi dari Iot terbagi atas :

  • Kendaraan, sistem pelacakan dan komunikasi dengan kendaraan di lapangan, sistem navigasi, sistem diagnostik kondisi kendaraan, pelacakan kendaraan yang hilang, pemantauan kendaran di area khusus (non highway).
  • Non-Kendaraan, sistem yang digunakan ditransportasi seperti pesawat, kapal laut, kereta dll.
  • Sistem Transportasi, transportation system yang meliputi sistem layanan informasi untuk penumpang, ticketing, tol otomatis, parkir, dll.
# 7 Sektor Perdagangan

Sebuah sistem yang terpasang pada jaringan dan perangkat yang memungkinkan pengguna / user / retailer memiliki peningkatan visibilitas atas rantai pasokan, konsumen dan berbagai informasi tentang produk serta kemampuan untuk melakukan kontrol otomatis terhadap persediaan, penelusuran asset dan deteksi keamanan secara dini.

Sektor perdagangan terbagi dalam tiga segmen utama, yaitu :

  • Titik penjualan / saluran distribusi yang meliputi mini market, supermarkert, deptstore, shoping center, traditional market, PnD, distributor, agent dll.
  • Perhotelan, yang meliputi hotel, resto, bar, klub, kafe dll.
  • Special trade seperti SPBU, game center, bioskop, exibition center, konser dll.
# 8 : Sektor Keamanan

Aplikasi IoT pada sektor keamanan terbagi dalam lima segmen dasar yaitu :

  • Layanan darurat, diimplementasikan pada sistem di kepolisian, pada unit pemadam kebakaran, unit ambulans, unit penanganan kerusakan kendaraan di jalan, unit gawat darurat dll.
  • Pelacakan, yang meliputi jasa pengiriman paket dan pos, pengiriman barang khusus, pelacakan bagasi (pesawat, kereta, kapal) dll.
  • Infrastruktur publik, meliputi sistem pemantauan lingkungan dan iklim, seperti sistem di DAS (daerah aliran sungai), deteksi banjir, deteksi gempa dan iklim (meteorologi), deteksi tsunami, sistem pengolahan air bersih dll.
  • Peralatan, sering diaplikasikan di peralatan militer, peralatan pesawat dan kapal dll.
  • Pengawasan, sistem pengawasan umum seperti cctv, sistem radar dll.
# 9 : Sektor Teknologi dan Jaringan

Pada sektor ini terbagi dalam dua segmen utama, yaitu :

  • Jaringan perusahaan, sistem yang membantu proses kerja diperusahaan, seperti sistem pengolahan data terpadu, office otomation, sistem pemantauan jarak jauh dll.
  • Jaringan publik, seperti menara seluler, pusat data umum, sistem pasokan listrik dll.

APLIKASI IoT DALAM BIDANG DISTRIBUSI & PEMASARAN

Dari uraian diatas, nampak betapa luas cakupan implementasi dari IoT ini, hampir semua sektor bisa menggunakan sentuhan IoT, untuk memberikan berbagai kemudahan.

Dalam bidang distribusi dan logistic, IoT menyediakan fasilitas pelacakan atas pengiriman barang dengan sangat akurat, dengan cara memberi tanda ke pihak penerima (konsumen) dan juga ke perusahaan , jika terjadi sesuatu yang menghambat proses pengiriman (real time trancking and sensing of goods).

IoT juga digunakan untuk melakukan monitoring selama proses pengiriman barang terhadap kecepatan, goncangan / getaran, suhu, dan kondisi cuaca sekaligus bisa mengetahui kemungkinan terjadinya kerusakan barang.

Dalam industri ritel, teknologi IoT juga digunakan, ambil contoh penggunaan smartmall di Dubai, Emirat Arab, dimana barang akan didisplay di layar LCD berukuran raksasa, dan konsumen bisa memilih-milih barang di layar raksasa tersebut, sama persis dengan online shop.

Smart mall ini berdiri tahun 2015, oleh UAE Telco Etisalat bekerjasama dengan RTA (Roads and Transport Authority), yang berada di beberapa titik keramaian.

Dalam industri periklanan, IoT digunakan di Billboard yang terkoneksi dengan internet, dengan sistem ini maka seluruh billboard tersebut akan bisa dikendalikan dan disesuaikan dengan aktivitas pemasaran yang sedang berlangsung dalam waktu yang sangat cepat.

Di resto dan café, teknologi IoT juga digunakan, contohnya Starbuck yang menggunakan teknologi cloud yang disebut CloverNet, dimana mesim pembuat kopi, Clover-nya terhubung ke cloud,  sehingga memungkinkan Starbuck untuk melacak kopi kesukaan konsumen, sehingga resep-resep kopi bisa di perbarui secara digital dan sekaligus teknologi ini juga membantu pegawai Starbuck memonitor performa mesin kopi ini dari jarak jauh.

Dengan sistem operasional model seperti ini, pelayanan pelanggan akan bisa ditingkatkan dan disesuaikan dengan preferensi pelanggan.

Wah, ternyata aplikasi dari teknologi IoT (internet of things) ini sudah cukup banyak, di dunia distribusi, pemasaran dan komunikasi.

Contoh diatas hanya sebegaian saja, dan pada masa yang akan datang, aplikasi IoT ini akan marak penggunaanya, dan sebagai praktisi pemasaran, kita harus mampu menggunakan dan memanfaatkan kecanggihan teknologi termasuk dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan performa kita.

Terimakasih sudah mampir di Blog Distribusi Pemasaran ini, semoga bermanfaat.

Salam Sukses Sehat dan Bahagia

Respond For " IoT untuk Hidup Lebih Baik "